Minggu, 02 Februari 2025
Makanan sehat🥰
1. Karbohidrat Kompleks (Sumber Energi)
Nasi merah, gandum, quinoa, kentang, ubi, jagung
Roti gandum, oatmeal
2. Protein (Pertumbuhan dan Perbaikan Sel)
Hewani: ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, telur
Nabati: tahu, tempe, kacang-kacangan, edamame
3. Lemak Sehat (Sumber Energi dan Kesehatan Jantung)
Alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian
Minyak zaitun, minyak kelapa, ikan berlemak (salmon, tuna)
4. Vitamin dan Mineral (Menjaga Fungsi Tubuh)
Buah-buahan: jeruk, apel, pisang, pepaya, mangga, stroberi
Sayuran hijau: bayam, brokoli, kangkung, wortel, tomat
5. Serat (Melancarkan Pencernaan)
Buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan
6. Air (Hidrasi dan Metabolisme Tubuh)
Minum 8 gelas air per hari atau lebih sesuai kebutuhan tubuh
Makanan yang Perlu Dibatasi
Makanan tinggi gula (minuman bersoda, permen)
Makanan olahan dan cepat saji (nugget, sosis, mie instan)
Makanan tinggi garam (keripik, makanan kalengan)
Lemak trans dan jenuh berlebihan (gorengan, margarin)
Tekanan darah rendah, tinggi, normal🫀
1. Tekanan Darah Normal
Sistolik: 90–120 mmHg
Diastolik: 60–80 mmHg
Contoh: 120/80 mmHg
2. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)
Sistolik: < 90 mmHg
Diastolik: < 60 mmHg
Contoh: 85/55 mmHg
Penyebab umum: dehidrasi, perdarahan, kehamilan, gangguan jantung, atau efek samping obat.
Gejala: pusing, lemas, pingsan, mual.
3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Kategori 1 (Ringan): 130–139 / 80–89 mmHg
Kategori 2 (Sedang): ≥ 140 / 90 mmHg
Hipertensi Berat/Krisis: ≥ 180 / 120 mmHg (darurat medis)
Penyebab umum: stres, obesitas, pola makan tinggi garam, penyakit ginjal, faktor genetik.
Gejala (jika muncul): sakit kepala, pusing, mimisan, penglihatan kabur.
Pada ibu hamil, tekanan darah normal biasanya tetap dalam rentang 90–120 / 60–80 mmHg, tetapi jika mencapai ≥140/90 mmHg, bisa mengarah ke hipertensi gestasional atau preeklamsia, yang perlu diwaspadai.






